Berbagi Klik #3: This is My Percussion Style
Ketika Pemain Perkusi Mencari Kenyamanan 

TOTALPERKUSI.COM, Yogyakarta – Pada hari Kamis, 23 Mei 2013, Total Perkusi menggelar kegiatan Berbagi Klik #3, bertempat di Pondok Seni Wayang Ukur, Jln. Taman Siswa, Yogyakarta, dengan mengusung tema “This is My Percussion Style”. Berbagi Klik sendiri merupakan semacam workshop yang diadakan secara rutin-berkala setiap bulan, menghadirkan para pemateri dengan kompetensi yang berbeda-beda.

Kedua pemateri yang dihadirkan membagikan gagasan dan pengalaman kepada para partisipan yang hadir perihal bagaimana mereka, sebagai pemain perkusi, mencapai kenyaman dalam permainan mereka. Dimas “DOS Percussion,” yang punya segudang pengalaman dalam dunia band Top 40 dan duo perkusi, berbagi cerita perihal bagaimana dirinya mencapai kenyamanan ketika bermain multi-percussion dalam band-nya.

Selain menceritakan secara verbal bagaimana ia bermain perkusi dalam band, Dimas juga mengajak sejumlah partisipan untuk langsung mencoba memainkan sejumlah instrumen perkusi yang sudah disediakan, mengiringi musik yang ia putarkan sebagai contoh. Melalui pemaparannya, setidaknya Dimas menunjukkan bahwa memainkan multi-percussion dalam sebuah band tidak semudah dan sesederhana yang mungkin dibayangkan oleh sebagian besar orang. Sebaliknya, seorang pemain multi-percussion harus memiliki kepekaan yang tinggi ketika akan atau sedang memainkan suatu lagu bersama sebuah band. Ia memiliki seni tersendiri agar tercipta kenyamanan bagi para penikmatnya, rekan sesama musisi dalam band-nya, serta kenyamanan bagi dirinya sendiri dalam permainannya.

Agak berbeda dengan Dimas, melalui materi permainan independen pada perangkat instrumen drum, Rendra memperlihatkan bahwa bagi dirinya, kenyamanan bukan hanya sebatas musik yang ia hasilkan, melainkan juga dalam hal setting instrumen dan tuning. Bahkan, bagi penggebuk drum kelompok rock progresif Soul d’Vest dan kelompok Fonticello ini, permainan independen juga memberikan kenyamanan dalam mengekspresikan gagasan akan kebebasan yang dimilikinya. “Selain memberikan kenyamanan, permainan independen pada drum set juga membuat saya bisa lebih bersyukur kepada Tuhan atas tubuh yang sudah diberikan,” tutur drummer yang pernah menyabet gelar jawara dalam Kompetisi Drum Yamaha tingkat nasional tahun 2004 ini.  Rendra, seperti halnya Dimas, juga mengajak sejumlah partisipan untuk langsung mempraktikkan materi independen yang disajikannya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 orang partisipan ini berjalan dengan cukup lancar. Kendatipun demikian, rasa keingintahuan partisipan terhadap materi yang disajikan agaknya masih terbilang rendah, sehingga kadangkala panitia merasa perlu mengajukan pertanyaan pancingan kepada pemateri untuk memberikan stimulus kepada para partisipan. Selain itu, pihak penyelenggara juga sengaja menyediakan door prize untuk partisipan yang mengajukan pertanyaan atau tanggapan. “Memang sulit, untuk memancing agar partisipan mau bertanya saja harus diberi hadiah,” kata Bagas, koordinator manajemen Total Perkusi, dengan nada guyon dan diiringi tawa. ●

No comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>