Screen-Shot-2014-06-04-at-17.20.08

 Kelompok Ensembel Drum Set “Titik Terang”    (kiri-kanan searah jarum jam: Eugene, Andre, Tommy dan Alan)

“Titik Terang” adalah nama sebuah kelompok ensembel drum set yang berasal dari Yogyakarta. Mereka tengah menggarap satu buah karya  untuk format ensembel drum set dengan judul karya “Dung Taka Taka Dung”, disela-sela akhir proses rekaman Total Perkusi berkesempatan mengobrol dengan mereka. seputar proses pembuatan karya dan tentang kelompok “Titik Terang” itu sendiri.

Total Perkusi: Siapa saja yang terlibat dalam proses ensembel kuartet drum set ini?

Tommy           : Pemainnya ada Andre , Eugene Gagah Panca Tantra, Kadek Alan Dwi Amika, dan saya sendiri Tommy.

Total Perkusi : Bisa ceritakan tentang proyek rekaman ensambel drum ini ?

 Tomy             :Sebelumnya kita mengucapkan terimakasih untuk Total perkusi yang telah memberi kesempatan sekaligus tantatangan baru untuk kita untuk membuat sesuatu bentuk yang berbeda, diharapkan berbeda dan semoga hasilnya juga berbeda. Proyek ensembel drum ini melibatkan empat permain drum. Waktu proses latihannya singkat karena masing masing pemain sibuk dengan kegiatannya masing – masing, sehingga waktu untuk ketemuan bareng sedikit sekali. Jadwal masing masing pemain ketat sekali banyak waktu yang bertabrakan satu sama lainnya. Untungnya kita bisa ketemu bareng dalam proses garapan yang sama yaitu ketika proses membuat musik iringan tari, secara tidak langsung dalam proses tersebut kita sudah bermain ensembel dan ngeband disana walaupun alatnya bukan drum set tetapi menggunakan alat alat seperti gong, bedug, saron dan keyboard.

Total Perkusi: Bagaimana proses latihannya?

Tommy         : Karena sulit bisa ketemuan dan latihan bareng, maka proses awal latihan dimulai dari saya dan Alan. Saya mempunyai tema dan bentuk musikal yang kemudian di respon oleh Alan. Setelah ada gambaran bentuk, kita membuat bagian-bagian lainnya seperti bagian dasar untuk Andre dan Eugene. Saya dan Alan melakukan proses menjadikan dan membakukan bentuk musikal setelah tiga kali latihan dan setelah itu untuk pertama kalinya kita bisa bertemu lengkap untuk melakukan rekaman sebagai review. Hasil review saat itu  kami anggap musiknya masih terlalu ribet hingga kami perlu melakukan revisi.

 Total Perkusi: Bagaimana ide musikalnya?

 Eugene          :Kalau dari konsep lebih banyak berasal dari Tommy dan Alan, silahkan Alan untuk menjawabnya.

 Alan           :Jadi ini lebih mengangkat ritme dari Bali disana ada imbal-imbalan dan  pola –pola ceng-ceng Bali yang diterapkan di permainan drum.

 Total Perkusi: Adakah perbedaan antara bermain ensembel drum dengan bermain drum seperti biasanya?

 Andre           :Boleh dibilang kita disini drummer semua dengan gaya dan karakter yang berbeda beda, dimana masing masing mempunyai ciri yang khas. Bemain dengan band yang berbeda dan orang berbeda pastinya kebiasaanya juga berbeda beda. Kalau bermain drum dalam format band bianyanya pemain drumnya satu orang dan tantangan disini kita bermain ensembel drum berempat. Ini pertama kalinya saya bermain ensembel drum set. Tantangan berikutnya adalah mengatur bagaimana empat orang ini masing masingnya tidak saling menonjolkan sesuatu tetapi bermain secara bersama-sama atau ensembel dan bagaimana mengatur segi komposisinya, mengatur individu, bermain dinamika. Ya begitulah kurang lebihnya.

Total Perkusi: Ada nggak perlakuan khusus berkaitan. dengan komposisi , teknik atau tuning drum set?

Tommy: Pertama kita merancang dan membuat bentuk dahulu, bentuk yang digunakan A-B-C –A itu form lagu yang kami gunakan. Mengenai tuning tidak ada perlakuan khusus hanya tuningnya aja yang kami bedakan. Paling yang sulit adalah membedakan bass drum.

Total Perkusi :Bagaimana kelanjutannya proyek ini mau kemana? atau cuma untuk proyek rekaman ini saja?

Tommy          : Ingin lanjut , mungkin setelah selesai kesibukannya teman-teman, Ingin ikut Total Perkusi yang Save Indonesia Rhythm kalau bisa, dan ingin main di drum Fest – drum Fest di kota lain.

 Total Perkusi: Sukses, terima kasih buat kalian atas waktu dan wawancaranya.

No comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>